Jumat, 16 November 2012

SAJAK HATI

Itikaf


Ya Robbi
dada ringkih ini sesak
terguncang desah lantunan
bait-bait indah AsmaMU

Ya ilahi
KAUlah yang kuasa
penuhi segala pinta
mengharap KAU sudi teteskan rahmatMU
disepertiga akhir waktu yang merambat
disisa-sisa perjalanan
melintasi bukit-bukit dan lereng kesemuan ini

Ya Gusti
damai ini milikMU
resapkan perlahan Ya Alloh
disetiap bilah hatiku

Kamis, 15 November 2012

Sajak Cinta

Dalam Diam, Aku Mencintaimu


Tanpa ku sadari, 
engkau hadir dalam hatiku…. 

Tak banyak yg ingin ku ungkapkn…. 
Hanya itu. 

Mugkin ini salah, krn terlalu cepat ku mencintaimu 
semrntara aku tak mengenalmu…. 
Ku hanya ingin memberimu cinta 
namun tak ada wadah yang kau berikan…. 

Engkau diam, aq pun diam… 
Tak ada isyarat yg meyakinkanku… 
Dan kini aku lemah dalam jebakan cintamu. 
Aku takut ketika ku sendiri. 

Namun ketakutanku semakin menjadi-jadi 
ketika engkau hadir di hatiku…. 
Karna kini aku meragu…

Sajak Cinta

Kau Abadi di Hati


satu nama
terlukis satu nama di hatiku
tertatap tentang cinta di hariku
senantiasa memberikan kebahagiaan
tentang mu di hatiku
ucapan nama terindah
dalam hal kecil tentang kata rindu
kirana lagu pemilik hati
semua hanya satu yaitu dirimu

Sajak Cinta

Kau Sumber Inspirasiku


satu nama
terlukis satu nama di hatiku
tertatap tentang cinta di hariku
senantiasa memberikan kebahagiaan
tentang mu di hatiku
ucapan nama terindah
dalam hal kecil tentang kata rindu
kirana lagu pemilik hati
semua hanya satu yaitu dirimu

NASKAH PIDATO

SAMBUTAN PERPISAHAN SISWA


Yang terhormat Ibu Kepala Sekolah SD N 1 Sokanegara, 
Yang terhormat Bpk Ibu Guru SD N 1 Sokanegara,
Yang terhormat Orang Tua Murid dan Undangan,
Kakak-Kakak Kelas VI yang saya cintai,
serta teman-teman yang saya cintai dan saya hormati pula

Ass.wr.wb.
Pada kesempatan yang baik ini marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua , sehingga kita dapat berkumpul pada acara perpisahan dan pelepasan siswa kelas IV.
Bpk ibu guru, para undangan dan rekan-rekan semua....
Dalam kesempatan ini, perkenankan saya mewakili siswa kelas 1 sampai dengan kelas 5 untuk mengucapkan selamat dan sukses atas keberhasilan kakak-kakak kelas 6 yang telah menempuh ujian di tingkat sekolah dasar. Kami berharap kakak-kakak kelas 6 mampu mengamalkan ilmu yang sudah dimiliki, baik untuk diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara.
Kakak-kakakku yang saya sayangi dan saya hormati...
Kami, adik-adik kelasmu mengucapkan selamat jalan dan mohon maaf bilamana selama kita bersama-sama menuntut ilmu di sekolah ini, kami pernah menyakiti hati kakak-kakak. 
Bertahun bersama terasa sekejap saja. Berat rasanya hati kami melepas langkah kakimu. Betapa banyak kenangan yang telah tercipta. Baik yang manis maupun yang pahit. Semua cerita indah disini pastilah akan menjadi sepenggal kenangan di masa depan. Alangkah senangnya apabila pertemanan yang telah dijalin selama ini dapat bertahan selamanya.
Betapapun beratnya, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Akan tetapi, kami sadar bahwa jalan yang harus kakak tempuh masih panjang, Mudah-mudahan acara ini bisa menambah erat tali persaudaraan kita dan semoga saja perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya. 
Kakak-kakakku yang saya sayangi dan hormati...
Kami mohon janganlah melupakan jasa bapak dan ibu guru, muliakanlah dan hormatilah mereka karena jasa-jasanyalah kita menjadi anak yang terdidik, berilmu, dan berprestasi.
Sekali lagi kami ucapkan selamat kepada kakak-kakak kelas 6 untuk melanjutkan belajar dijenjang yang lebih tinggi, semoga sukses sesuai dengan yang dicita-citakan untuk meraih masa depan yang gemilang. Sebaliknya semoga kami yang masih di sekolah ini diberi kekuatan untuk melanjutkan keteladanan yang telah kakak-kakak berikan.
Pohon talas, Dibuat jamu
Janganlah malas, Menuntut ilmu
Kalau ada sumur di ladang,Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umurku panjang, Boleh kita berjumpa lagi...
Demikian, terima kasih atas perhatian Bapak,Ibu serta teman-teman, jika ada kata-kami yang kurang berkenan mohon dimaafkan.

Billaahit Taufik Wal hidayah........Wassalamualaikum wr.wb.

NASKAH PIDATO


Berbakti kepada Kedua Orangtua


اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللّهِ وَ بَرَكَاتُهُ
حَمْدًا وَ شُكْرًا لِلّهِ , صَلاَةً وَ سَلاَمًا دَائِمَيْنِ عَلَى رَسُوْلِ اللّهِ , أَمَّا بَعْد.
Bapak dan ibu guru yang saya hormati, teman – temanku yang saya sayangi dan saya hormati pula,
Puja dan puji syukur marilah kita panjatkan kepada illahirobi, yang senantiasa memberikan nikmat kepada kita semua, nikmat iman dan islam. setengah dari nikmat tersebut ialah nikmat sehat wal’afiat . Sehingga kita bersama dapat berkumpul bermuajaha dalam acara ini.
Tak lupa solawat serta salam marilah kita sanjungkan kepada akhiruzzaman Nabiyullah baginda rasul Muhammad saw.
Hadirin walhadirot yang dimuliakan Allah, dalam kesempatan yang berbahagia ini saya akan mengangkat tema tentang “Berbakti kepada kedua orang tua”

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Sebagai seorang Muslim kita wajib berbakti kepada kedua orang tua sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 36:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Yang artinya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orangtua

Ayat tadi memerintahkan kepada kita agar senantiasa menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, dan berbuat baik kepada kedua orangtua kita. Cobalah kita hitung jasa kedua orangtua kita, tentu tidak akan mampu menghitungnya, karena jasa mereka sangat besar tiada terkira.


Saat hamil, ibu selalu dalam kepayahan karena mengandung kita, sementara bapak bekerja siang dan malam untuk kelahiran kita. Begitu pula saat lahir, mereka pun mencurahkan segala perhatian dan kasih sayang kepada kita. Bahkan sampai sekarang kasih sayangnya tiada terkira. Subhanallah, betapa mulia jasa kedua orangtua kita!

Suatu hari, ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi SAW, “Siapakah yang patut memperoleh penghormatan terbaik dariku, wahai Nabi?”
“Ibumu,” jawab Nabi singkat.
”Lalu siapa lagi?” sahabat kembali bertanya.
“Ibumu,” Nabi tetap memberi jawaban yang sama.
“Lalu siapa?” sahabat itu terus bertanya.
“Ibumu,” lagi-lagi Nabi memberi jawaban yang sama hingga tiga kali.
“Lalu siapa, wahai Nabi?”
“Ayahmu.”

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Jika kita mengetik kata-kata, "baik kepada orang tua" di Google, enam dari sepuluh pertama hasil artikel Islam menekankan pentingnya patuh dan berbakti kepada orang tua. Why is this so? Why is this so? Islam is a religion that stresses the qualities of mercy, tolerance and respect. God has ordained the good treatment of parents and warned us against treating them with disrespect. There are several verses in the Quran where kindness to parents is even coupled with the most important aspect of Islam, worshipping God alone. This indicates that being kind to parents, honouring and respecting them, is extremely important in the way of life that is Islam.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Karena itulah, barangsiapa yang durhaka kepada kedua orangtua, niscaya Allah akan menurunkan siksa dan neraka balasannya. Panasnya, duuuuh…. Minta ampun! Pokoknya puanas banget, ratusan kali lipat panasnya dari api di bumi ini. Nah, sebagai generasi shalih dan shalihah, marilah kita berbakti kepada kedua orangtua dan senantiasa berdoa untuk mereka:

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَ لِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orangtuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku di kala aku masih kecil.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Demikian yang dapat saya sampaikan. apabila terdapat kata – kata yang salah dan kurang pas yang terlepas dari ucapan saya mohon dimaklumi karena manusia tidak luput dari kesalahan, dan apabila dalam kata – kata saya terdapat kata – kata yang benar dan bermanfaat itu adalah kata – kata yang berasal dari Allah SWT. sekali lagi “kupat lepet bumbune santen, menawi kula lepat nyuwun agunge pangampunten.”
Billahit-taufiq wal hidayah..
واَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللّهِ وَ بَرَكَاتُهُ

Rabu, 14 November 2012

Adakah.....



adakah penerang dalam titik gelap itu ...
kenapa serasa suram kurasa, begitu pahit. Lekak!!
kenapa begini?? siapakah tuanmu ...ternyata kegelapan ini hatiku, kepunyaanku!
sampai kapan ...
adakah kufikir, akan kemana aku setelah semuanya pergi ...?
betapa hidup ini hanya sebatas denting waktu antara adzan dan iQomah
terlampau singkat. sesingkat tetes embun dalam setiap Shubuh indah yang terlewati.
adakah kufikir, maukah aku menemui Rasulullah SAW kelak entah kapan dalam panggilan Illahi Rabbi..?
maukah aku menemui Sahabat Abu Bakar, Umar, Ali dan Utsman ? dan para Syuhada yang
begitu sangat menyayangi Rasulullah SAW.
ataukah hanya sebatas impian kosong ...
apa yang kan ku berikan?
apa yang kan ku saksikan?
Adakah aku mengingatmu Ya Rabb, dalam setiap sujudku ...
betapa aku malu untuk meminta ...tapi betapapun begitu,
Engkau Yang Maha Tahu selalu mencukupi kebutuhan hamba-Mu ...
Tetapkan aku sebagai hamba-Mu yang selalu mengingat-Mu Yaa Rabb..
Tetapkan aku untuk selalu mengucapkan Syahadatku, dalam setiap waktu.
tetapkan aku untuk selalu memenuhi panggilan-Mu
bangunkanlah aku yang malas ini ...
jadikanlah fikiranku yang begitu luas untuk selalu mengingat betapa pentingnya
arti saling mengasihi dan menafkahkan sebagian harta yang Engkau titipkan pada hamba-Mu ...
berikanlah hamba-Mu kekuatan yang cukup untuk selalu mengingat-Mu dalam menahan diri akan hawa nafsu dunia.
jadikanlah hamba-Mu ini sebagai seorang hamba yang mampu untuk memenuhi panggilan-Mu
ditanah suci Yaa Rabb...
berikanlah kekuatan untuk aku bangun dari impian akan dunia yang fana ...

berikanlah kekuatan pada hamba-Mu ini, untuk tak hanya bicara ....