kunantikan kau,
dengan segenap rinduku yang tertahan
yang terungkai ....
dalam ikatan doa dan linangan air mata
ada harap yang tercermin dimataku
sepi, dalam setiap senyum lengahku
luruh aku dalam pangkuanmu,
turut serta menjelma ombak dan karang
dalam indahnya senyummu
terlarut aku dalam ketakutan
atas alur sesaat
dan kegelisahan yang mendalam
tentangmu.
aku sirna, lebur mendebu
dalam sedihnya hatimu
dan diantara kediaman,
yang kau ciptakan untukku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar